Warna Warni Pantai Kolbano NTT

Seperti biasa, weekend ialah saat dimana gue dan teman-teman mengerjakan perjalanan mendatangi tempat-tempat eksotis di tanah timor. Timor memang  daerah kering, namun indah.. Melipir dikit dari kota Kupang,,anda udah dapat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.

Kali ini, gue sama temen-temen mau mengupayakan tapaleuk alias jalan-jalan tidak banyak menjauh dari kota Kupang, namun masih di dalam pulau Timor. Dikutip https://betwin188.org/ Tujuan kami ialah pantai Kolbano yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Selatan.. Menurut kisah temen-temen yang pernah ke sana, pantai ini unik. Kenapa unik? Karena pasirnya putih? Ah tersebut sih udah basi.. Pantai ini unik sebab bibir pantainya ditutupi oleh batuan warna-warni.. Warna-warni? iya warna-warni! Kaya permen fox!! Tapi kayanya gak dapat dijadiin batu akik.. 😀
Biasanya kami naik motor buat mendatangi tempat-tempat estetis di Timor. Tapi sebab pantai Kolbano ini jauh, kami menyimpulkan untuk menyewa mobil+sopirnya. Adalah Pak Iwan, rental mobil langganan gue dan temen-temen di kantor guna antar jemput bandara dikala inginkan pergi dinas ke luar kota. Bagi nemenin seharian ke pantai Kolbano, waktu tersebut kamimenunaikan 500ribu per mobil. Oya, kami mencarter 2 mobil sebab 1 mobil gak lumayan untuk membawa 8 orang. Jadi Pak Iwan ngajak satu orang temannya.

Kacamata siap, sunblock siap, baju ganti siap, anduk siap, snack siap, dan dagangan lainnya pun udah siap.. Sippp!! Berangkatlah kami ke pantai Kolbano di pagi hari yang terang itu.

Perjalanan paling nyaman saat masih di jalan lintas Timor. Aspalnya mulus dan jalanan lengang. Tapi perjalanan kami tidak selamanya melalui jalan lintas timor. Kami mesti berbelok ke jalan yang lumayan rusak dan menyempit.

Sampailah kami di satu jembatan yang belum diaspal.. Masih berupa rangka yang beralaskan kayu.. Mobil mesti gantian bila mau lewat.. Seru sih.. Sembari nunggu mobil satunya menyusul, gue, Augus, dan Putri foto-foto dulu laaaah..
Selepas jembatan, semakin tidak sedikit pohon kelapa yang menjulang tinggi. Menandakan pantai telah semakin dekat. Waaa udah gak sabar niiih.
Di kanan kiri jalan terlihat tidak sedikit rumah warga yang di depannya berdiri lopo guna meneduhi kuburan.
Setelah selama 2 jam perjalanan, kesudahannya sampailah dipantai Kolbanodisambut oleh suatu bukit batu raksasa. whoaaaaa,, menarik banget pantainya brooo.. Gue dan temen-temen langsung mengarah ke bukit batuitu untuk berteduh. Di samping batu warna-warninya yang familiar itu, bukit batu besar ini pun merupakan karakteristik dari pantai ini.
Bisa disaksikan kan pantai ini ditutupi oleh batu-batuan yang berwarna-warni.. Baru disini gue nemuin pantai dengan keanehan seperti ini. Tapi dari apa yang gue denger, batu-batuan yang bagus tidak sedikit yang sudahdipungut orang untuk dipasarkan ke pengepul. How sad.. Semoga kini pemerintah wilayah setempat udah melarang pekerjaan itu.

Pagi menjelang siang itu, matahari sudah paling menyengat. Karena gak adalokasi berteduh, kesudahannya kami mengalihfungsikan tripod dan karpetguna dijadikan tenda hahaha..
Karena perut udah laper,, jadi Augus bertugas guna masakin mie bikin kita-kita.. Indomie yang emang dasarnya udah enak, jadi tambah enak bila laper begini, hehe.. Di sini gak terdapat warung-warung penjaja makanan guys,, jadi usahakan bawalah bekal makanan dari lokasi tinggal daripada lu kelaperan dan tidak cukup menikmati keindahan pantai.

Cerita dari orang-orang, pantai ini katanya sering ditemui buaya muara. Buaya yang familiar sangat buas dan memang tidak jarang dijumpai di muara-muara pulau Timor. Gue tadinya takut dan menyimpulkan untukmerasakan pantai lumayan dari pinggir aja. Tapi lama-lama iman gue goyah juga.. Laut yang biru dan masih paling alami ini benar-benar menggoda gue. Apalagi butiran-butiran batu warna warni yang tertutup air laut yangbening menambah kemauan untuk segera nyebur di pantai yang estetis ini. Akhirnya gue sama temen-temen juga nyebur.. Yeaaay!!! Hanya Putri dan Andri yang gak ikutan nyebur.. Buat jaga-jaga dagangan di pinggir ahaha..
Entah udah berapa lama kami berenang dan bermain air di pantai yangmenarik nan menakjubkan ini.. Dan entah udah berapa tidak sedikit foto yang dijepret Andri sang fotografer dan gak ikut nyebur ahaha.. Thanks Ndri udah berkorban bikin kita-kita wkwkwk..

Hari telah semakin siang, menjelang sore. Kami rasa lumayan untuk kamiberfoya-foya di pantai ini.. Aaaaaah seru banget guys.. Disana gak adakemudahan umum laksana toilet, lokasi ganti baju, ataupun warung-warung yang jual makanan. Gue juga menumpang mandi di rumah warga yang tak jauh dari pantai.. Sebagai ungkapan terima kasih, usahakan kasihlah tidak banyak materi buat semua nelayan empunya rumah ini.