Bromo Mahakarya Tuhan Yang Paling Indah

Salah satu teknik Tuhan untuk menciptakan makhluk-Nya tidak jarang kali bersyukur ialah dengan membuat sebuah lokasi yang indah. Tempat yang dapat membuat decak kagum masing-masing yang melihat. Tempat yangmenciptakan kita biasanya termenung dan berucap “Terimakasih Tuhan, atas alam yang luar biasa estetis ini”. Dikutip¬†https://betwin188.online/ di antara mahakarya Tuhan yang sangat indah, Tuhan ciptakan di tanah jawa, tanah sejuta cerita dan sejarah. Tempat estetis itu, lagi pula kalau bukan Bromo?? Adakah lokasi yang lebih estetis dari Bromo di tanah Jawa???

Beruntung, kaki ini pernah meninggalkan jejak di pasir berbisik, mata ini pernah menciduk indahnya kaldera, kulit ini pernah menikmati dinginnya penanjakan, paru-paru ini pernah terisi oleh sejuknya udara di bukit teletubbies, dan keringat pernah mengucur dari sela pori-pori saat menuju ke kawah bromo..

 

Bromo begitu indah, siapa yang berani menampikannya???

 

Matahari mulai turun ke ufuk barat ketika bus yang gue dan Ayu tumpangi dari Surabaya berhenti di terminal Probolinggo. Teman dekat gue, Andri,sudah menanti bareng istrinya, Evelyn. “Selamat datang di Probolinggo, Ra” ucap Andri seraya kami berjabat tangan. Rasanya sudah lama sekali kami tak bersua..

 

Kami bakal berangkat ke Bromo esok hari. Sementara malam ini, biarlah kami tinggalkan lelah di lokasi tinggal Andri. Kedua orang tua Andri menyambut kami dengan hangat. Kami berbincang-bincang santai malam itu, bercerita tentang tidak sedikit hal.

 

Pagi itu, mas yang-namanya-gue-lupa datang membawa mobil Suzuki APV. Mas guide ini pribumi dari area bromo tengger, dan bakal menemani perjalanan kami ke Bromo.

 

Suku Tengger ialah satu-satunya warga pulau Jawa yang masih memegang teguh agama Hindu di saat wilayah lainnya sudah terpengaruh Islam. Mereka ialah keturunan warga majapahit yang memisahkan diri saat Islam mulai berkembang di Jawa. Proses yang panjang dilewati oleh leluhur mereka hingga akhirnya memilih area bromo tengger semeru sebagai lokasi mereka melanjutkan kehidupan secara turun temurun.

 

Perjalanan selama tidak cukup lebih 2,5 jam sudah kami lalui. Kamimendarat di suatu homestay tak jauh dari dari tempat gunung bromo. Homestay ini mengandung 2 buah kamar dengan dapur, kamar mandi, dan ruang tengah. Kalau gak salah sih ongkos sewanya 500k/malam. Bagi 1 homestay yah, bukan per orang atau per kamar.

 

Dengan elevasi 2.329 meter, area bromo terasa paling dingin. Terlebihbikin gue yang berbadan tipis. So, mesti hukumnya ke bromo tersebut bawa jaket, kupluk, syal, dan sarung tangan. Brrrrr..

 

Spot-spot canggih di Bromo

Lalu bila ke Bromo, kemana aja ya?? Berikut 7 spot canggih di area gunung bromo yang gue kunjungi ketika itu:

 

Kaldera

Selepas menurunkan semua barang bawaan di homestay, kami mengarah ke area kaldera. Bukan lagi APV yang kami naiki, namun kendaraan jenis SUV. Orang-orang memanggilnya Jeep, sebenarnya mah Toyota Land Cruiser.. Yaa, begitu kuatnya image Jeep, laksana halnya indomie, honda, aqua, dan sebagainya. Ketiadaan jalan aspal di kaldera menuntut kendaraan khususguna jalur offroad laksana mobil bergardan ganda / 4wd. Kalau gunakan APV bisa-bisa selip di lautan pasir.

 

Wooow!! Perasaan kagum dan bengong langsung terpatri di benak saatmemandang indahnya kaldera dengan 2 puncak gunung di tengahnya, yaitu gunung bromo dan gunung batok. Di kejauhan, terlihat gunung semeru sebagai latar belakang yang menjulang tinggi mencakar angkasa.

 

Di sekeliling gunung bromo, tebing-tebing terjal nan gagah menjadi pagar. Sedangkan lautan pasir dan sabana terlihat seperti suatu kanal, laksana sebuah telaga tak berair. Konon, ribuan tahun lalu. Area ini memang sebuah telaga namun perlahan mengering.

 

Sebuah momen surreal terjadi di sini. Otak gue menjadi bias.. Ini beneran lansekap nyata atau semacam lukisan ya???

“Besok anda lihat yang lebih estetis mas, pas sunrise dan setelahnya, semoga aja langit cerah”, ucap mas guide.. Yaa memang lumayan meragukan, siang tersebut pun langit tak cerah, awan tebal menutupinya. Pun begitu lukisan alam bromo masih tampak menakjubkan.

 

Pasir Berbisik

Kami menuruni tebing mengarah ke lembah, lokasi dimana lautan pasir berada. Padang pasir ini populer dengan nama Pasir Berbisik. Kenapa sihdisebut demikian? Ternyata nama populer itu datang dari suatu film berjudul “Pasir Berbisik” yang memang settingnya di area bromo ini.