wisata jambi

7 Hal Yang Tak Terlupakan Di Kabupaten Batang Jambi

Pertengahan April kemudian gue berpeluang berkunjung ke Muara Bulian. Dikutip https://betwin188.website/daftar Muara Bulian ini ibukota Kabupaten Batang Hari yang adalah bagian dari Provinsi Jambi. Selama 4 hari disana, gue menemukan sejumlah hal menarik guys. Apa aja sih? Cekidot.

  1. Sungai Batang Hari

Asli!! Seumur-umur, baru kali ini gue ngeliat sungai yang lebaaaar banget.. Usut punya usut, sungai ini ternyata sungai terpanjang di pulau Sumatera dengan panjang selama 800km (wikipedia) dan lebarnya antara 200 – 650 m.

Sejak jaman Belanda, di sepanjang aliran sungai Batang Hari familiar dengan eksistensi emasnya. Atas urusan tersebut, Pulau Sumatera dijuluki Swarnadwipa dalam bahasa Sansekerta, yang dengan kata lain “Pulau Emas”.

Dateng ke sini sore2 sambil merasakan sunset ialah waktu yang sangat tepat.

Oya, kala pasang, seringkali sungai batang hari dimanfaatkan perusahaan batu bara bikin ngangkut batu bara gunakan tongkang yang ditarik tug boat.

 

  1. Burung Layang-layang

Gak jauh dari lokasi gue foto-foto di bantaran sungai batang hari, terdapat suatu tugu dengan sejumlah patung ikan. Di deket sini lah pemandangan yang terakhir gue liat pas SD di kampung, gue liat lagi.

Yap, ada segerombolan burung beterbangan di atas jalan. Bedanya, burung yang gue liat di dekat rumah gue di kampung ialah burung emprit, dan yang kali ini gue liat ialah burung layang-layang.

Gak lama kemudian, burung-burung tersebut hinggap di atas kabel listrik.

  1. Dendeng Batokok Kerinci

Mungkin kita tidak jarang nemuin dendeng di rumah santap padang, namun yang satu ini beda. Dendeng batokok Kerinci ialah makanan khas wilayah Kerinci, Jambi, yang populer di Sumatera di samping dendeng balado. Dendeng ini disajikan dengan olahan sambal eksklusif yang khas.

“Asli, enakan dendeng ini dibanding steaknya hollycow”, kata Angga temen gue..

Buat gue sendiri, dendeng batokok ini tergolong salah satu kesayangan gue di samping se’i di Kupang.

 

  1. Teh Talua / Teh Telur dan nasi gemuk

Teh talua biasa disajikan bersamaan dengan nasi gemuk (semacam nasi uduk khas wilayah Jambi). Pagi hari, tidak sedikit kita jumpai semua pedagang nasi gemuk + teh telur di sepanjang jalan di Muara Bulian.

Teh talua ini isinya teh yang dibaur kuning telur yang dikocok,diperbanyak gula dan susu kental manis.

Rasanya sendiri bila menurut keterangan dari gue sih agak aneh, namun wajib diusahakan bila terdapat kesempatan berangjangsana ke Muara Bulian. Kalo nasi gemuk sih rasanya sebelas dua belas lah sama nasi uduk.

 

  1. Tempoyak ikan patin

Satu lagi kuliner mengherankan yang asing untuk gue yang orang Sunda ini. Tempoyak ikan patin, makanan khas Sumatera yang adalahfermentasi dari durian yang dituangkan ke atas ikan patin. Rasa penasaran menuntun gue bikin nyobain kuliner ini, enak sih namun terasa mengherankan di lidah gue, haha..

 

  1. Lambang Kab. Batang Hari di atap bangunan

Lambang ini tidak jarang banget gue jumpai di masing-masing bangunan di Muara Bulian. Gue juga bertanya sama orang pribumi sana, ternyata lambang tersebut menunjukkan bahwa kabupaten Batang Hari terletak diwilayah yang menjadi pertemuan sungai Batang Hari dengan sungai Tembesi. Cabang yang kiri ialah sungai tembesi dan yang kanan sungai batanghari.

 

  1. Yang ini bukan santap ya, namun unik saja guna dibahas, Kucing ras di lokasi tinggal makan

Nah ini, di di antara rumah santap yang makanan favoritnya ayam kremes, ntah apa nama lokasi tinggal makannya, lupa.. Pas lagi asik makan, tiba-tiba dateng 2 ekor kucing persia dan seekor kucing gabungan persia-kampung.

Gue sebagai penyuka kucing, lagipula kucing ras, langsung deh main-main sama kucing-kucing ini. Mungkin ini punya empunya warung kali ya, sengaja dibiarin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *